Menlu: RI Juga Pikirkan Bantuan Jangka Panjang untuk Rohingya

0
403

logo detik

Jakarta – Presiden Joko Widodo tadi pagi melepas 10 kontainer bantuan kemanusiaan dari Indonesia untuk masyarakat Rohingya di Rakhine State, Myanmar. Menlu Retno Marsudi menyebut bantuan itu memang bersifat jangka pendek.

“Kalau kita memberikan bantuan kemanusiaan, itu bantuan yang sifatnya immediate (segera, -red). Tapi kan kita perlu memikirkan long term-nya seperti apa. Long term itu menciptakan rakhine state yang stabil, damai, dan harmonis. Karena di situ komunitasnya bukan komunitas homogen, tapi heterogen. Jadi tidak hanya immediate emergency assistance, tetapi kita juga memikirkan long term assistancekepada Myanmar,” ujar Retno di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016).

Sebelumnya Presiden Jokowi juga sudah menyampaikan harapannya akan kedamaian dan keharmonisan bagi etnis Rohingya di Rakhine State. Perlu upaya diplomasi antar-pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut.

Pemerintah juga akan kedepankan dialog antar-keyakinan. Selama ini Indonesia terus aktif dalam dialog internasional terkait perdamaian.

“Sudah kita lakukan sejak lama terutama dengan Institute of Peace and Democracy, sebagai kelanjutan dari Bali Demokrasi Forum,” kata Retno.

Mengenai bantuan yang telah dikirimkan tadi pagi, Retno menyebut itu berasal dari berbagai pihak. Resminya memang pemerintah yang mengirimkan, tetapi jika ada pihak yang ikut beri bantuan pun dipersilakan.

“Karena banyak sekali orang dan stakeholders yang ingin membantu, dan pintu itu kita buka, dan kita –Kemlu– terus menerus bicara dnegan organisasi-organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan karena mereka memang ingin menyumbangkan, kita tampung,” ungkap Retno.
(bag/erd)

LEAVE A REPLY