Demi Hillary Clinton, Miley Cyrus dan Katy Perry Kampanye di Kampus

0
493

kompas

KOMPAS.com – Menjelang hari pemungutan suara Pilpres AS, 8 November 2016, para pesohor pendukung Hillary Clinton turun gunung.

Salah satunya adalah penyanyi Miley Cyrus. Pelantun “We Can’t Stop” itu dijadwalkan datang ke George Mason University di Northern Virgina untuk berkampanye bagi calon presiden dari Partai Demokrat tersebut.

Cyrus, yang awalnya mendukung Bernie Sanders, mengetuk setiap kamar di asrama universitas tersebut, Sabtu (22/10/2016).

Juri ajang pencarian bakat “The Voice” itu tampil dengan dandanan heboh seperti biasa. Ia mendapat pengawalan ketat dari bodyguard dan aparat kepolisian.

Pendukung lain Clinton, Katy Perry, juga menyasar mahasiswa. Ia datang ke University of Nevada di Reno untuk mengajak kaum muda memasukkan suara lebih awal (early voting).

Beberapa waktu lalu, aktris Jennifer Garner juga datang ke kampus yang sama. Ia mengajak para mahasiswa untuk mendaftar menjadi pemilih.

Ia bahkan membantu para mahasiswa mengisi formulis pendaftaran. “Yang ingin mendaftar sebagai pemilih, lambaikan tangan,” kata Garner.

“Setiap orang yang akan memilih Hillary Clinton. Hidup Hillary,” seru Garner yang disambut antusiasme para mahasiswa.

Kampanye Garner, Cyrus, dan Perry ke kampus-kampus bukan tanpa alasan. Selama ini Hillary Clinton belum berhasil mengambil hati pemilih muda.

Seperti Cyrus, sebagian besar mahasiswa mendukung Bernie Sanders, pesaing Clinton di Partai Demokrat.

Beberapa artis lain juga sedang gencar menjadi juru kampanye bagi Hillary Clinton. Di antaranya adalah Jennifer Lopez dan Jon Bon Jovi.

Mereka akan tampil dalam beberapa konser menjelang hari pemungutan suara di negara bagian di mana Clinton bersaing ketat dengan capres Partai Republik Donald Trump.

Bon Jovi dijadwalkan tampil di Pittsburgh dan Tampa. Sementara JLo akan manggung di Miami.

Kampanye bagi Clinton juga dilakukan oleh band National, sebuah band indie idola kalangan milenial.

Beberapa personel band tersebut sebelumnya merupakan pendukung Sanders. Namun kini semua mengalihkan dukungan kepada Clinton.

LEAVE A REPLY